
Setelah orang tuanya meninggal, Yuka mewarisi kos-kosan dan harus mengurusnya, termasuk merawat para penghuni yang mayoritas adalah mahasiswa muda di masa pubertas. Menghadapi berbagai tantangan, Yuka dengan sabar menjalani hidupnya sambil membimbing para pemuda yang masih polos dan belum berpengalaman


